Selamat Datang di Blog Pesantren Nahdlatul Ulum Cempaka Kresek Tangerang

Selasa, 04 Oktober 2016

SEMANGAT KEBANTENAN

NYALA SEMANGAT KEBANTENAN;
kebangsaan kesantrian dan kesatrian

Banten akan terus terpuruk secara ekonomi dan budaya kecuali menyalakan kembali semangat kebantenan yg mati. Semangat kebantenan yg dimaksud dapat terwakili oleh tiga semangat utama, yaitu kebangsaan, kesantrian dan kesatrian.

Pertama, semangat kebangsaan yg dimaksud adalah banten sebagai sebuah subkultur dari bangsa indonesia memiliki keunikan dan kekhasan tersendiri sehingga menjadikan dirinya dpt dikenali sebagai bangsa banten dengan kekhasan dan keunikan tsb, yg berbeda dari bangsa jawa dan bangsa sunda, yg juga subkultur dari bangsa indonesia.

Keunikan dan kekhasan tersebut dapat ditengarai dari logat bahasa dan karakter yg melekat yg dimiliki 'wong banten'. Walau banten memiliki induk bahasa jawa dan sunda sebagai bahasa sehari hari masarakatnya, namun bahasa jawa yg dituturkan wong banten kemudian memiliki keunikan dan kekhasan yg ketika bahasa ini dituturkan atau ketika wong banten menuturkannya akan langsung dapat dikenali bahwa ini adalah bahasa jawa banten dan atau yg menuturkan itu adalah wong banten. Begitu pula dgn bahasa sunda banten.

Pemahaman akan nilai kebangsaan banten akan sebuah bangsa tersendiri yg mempunyai harkat utk dijunjung tinggi biasanya sulit utk dipaksakan dapat difahami oleh seluruh bangsa banten, begitu pula bangsa lainnya. Pemahaman seperti itu biasanya hanya dapat difahami urgensinya oleh para pemimpin dari bangsa itu lalu pemahaman itu kemudian akan berusaha ditransfer kpd masyarakat luas semampunya tentunya pemahaman masyarakat bangsa ini tidak se-rasikh para pemimpinnya.

Pemimpin bangsa ini umumnya adalah mereka yg memiliki kesejarahan dgn pendiri bangsa itu sendiri, Dlm hal ini banten. Atau dapat dikatakan yg dpt memahami nilai harkat bangsa banten adalah para bangsawan banten yg sekarang ada atau lebih sempit adalah para dzuriyah dari sultan Maulana Hasanuddin.

Tugas bangsawan banten adalah meniupkan ruh kebangsaan ini kpd seluruh lapisan masyarakat banten. Agar nilai dan harkat banten kemudian dapat dijaga bukan hanya oleh para keturunan sultan maulana hasanuddin tapi oleh setiap jiwa yg hidup di atas tanah banten.

Yang kedua adalah semangat kesantrian.

Berbeda dgn kerajaan atau kesultanan islam di jawa lainya, islam berkembang di banten justru berjantung di keraton surosowan. Kemudian 'darah' islam itu dipompa ke seluruh tubuh rakyat banten.

Para sultan dan pangeran banten adalah pemangku politik dan agama sekaligus. Para sultan banten adalah prajurit yg gagah perkasa di medan perang, pada saat yg sama mereka adalah para sufi yg mutanahi. Sehingga ketegasan dan kelembutan ini membingkai pola kepemimpinan yg tidak gampang mengalah, tapi juga tidak terlalu berambisi kekuasaan.

Para pangeran-pangeran ketika masa remaja di jauhkan dari hingar bingar kemewahan istana. Mereka dititipkan kpd para ulama dan mursyid-mursyid toriqoh untuk dibimbing aqal dan jiwanya.

Ilmu syari'at dan hakikat diajarkan kpd para pangeran selain tentunya ilmu kanuragan yg merupakan pelajaran wajib para ksatria. Untuk beberapa tahun para pangeran tidak menerima keistimewaan para bangsawan, ia ditempa dgn suluk seorang murid di hadapan seorang guru.

Tirakat, riyadloh dan mujahadah adalah pekerjaan para pangeran setiap hari.

Hal ini kemudian menjadikan para sultan banten sekaligus sebagai pembimbing rohani rakyat yg memiliki akal budi dan kepekaan tinggi.

Diberitakan bahwa sultan abul mafakhir setiap malam mengajar kitab tasawuf al insanul kamil kpd para pembesar istana. Begitu juga sultan agung tirtayasa menikahkan anaknya dengan seorang santri makkah yg berasal dari makassar.

Sultan abul ma'ali ahmad nyantri di makkah al-mukarromah di dampingi oleh Pangeran Wangsakara atau imam haji wangsareja yg dikenal juga dgn nama raden lenyep. Begitu pula dgn sultan haji yg di dampingi para pangeran, semuanya menuntut ilmu di makkah al mukarromah.

Pada masa sultan agung tirtayasa , selain ke makkah, para pangeran juga dititipkan kpd para ulama-ulama setempat, seperti kpd kiayi peking di kenari yg nama aslinya adalah pangeran soleh arya banten dan kepada syekh ciliwulung cakung.

Setelah kesultanan hancur, para keturunan sultan tidak meninggalkan tradisi mesantren, sehingga kemudian para ulama-ulama di banten yg sekarang ada banyak yg merupakan keturunan dari sultan-sultan banten.

Yg terakhir adalah semangat kesatrian.

Ketika belanda mengancam akan menghancurkan kraton surosowan apabila sultan banten tidak menuruti keinginan belanda, sultan banten memilih kratonnya hancur daripada menuruti keinginan belanda yg dipandang tidak adil.

Itulah jiwa ksatria.

Keputusan sultan itu, walau secara fisik material sgt merugikan banten namun pengaruhnya terhadap kejiwaan masarakat banten sangat dahsyat.

Istana surosowan memang hancur lebur, tapi nilai-nilai tidak menyerah kpd ketidakadilan terus menyala-nyala di dalam jiwa rakyat banten.

mati dalam kehormatan lebih dipilih oleh rakyat banten daripada hidup mewah dalam kehinaan.

Semangat inilah yg kini perlu ditiupkan kpd masyarakat luas. Disaat di mana pemimpin bermental budak telah menguasai negeri tercinta.

Satria tidak akan mengorbankan rakyat untuk kepentingan pribadi. Bahkan pribadi bagi seorang ksatria siap dikorbankan untuk bangsa dan negaranya.

Pemimpin pecundang tidak akan malu menebar janji dalam kampanye walau satupun tidak ada yg direalisasikannya ketika terpilih; walaupun janji-janjinya itu ada rekamanya. Sementara ksatria, baginya setiap kalimat yg pernah keluar dari mulutnya adalah beban yg harus segera diselesaikan.

SILSILAH SYEKH CILIWULUNG WIRANEGARA

SILSILAH SYEKH CILIWULUNG/P.ARYA WIRANEGARA

DARI JALUR MAJAPAHIT, MADURA, DEMAK, CIREBON, SUMEDANG, BANTEN.

Dimulai dengan LEMBU PETENG Beliau adalah putra Prabu Brawijaya ( Raja Majapahit ) di angkat sebagai Kamituwo di Madegan Sampang. Memeluk agama islam pada tahun 1478 M. setelah menjadi santri Sunan Ampel. * NYAI AGENG BUDO Keturunan ke-3 dari Lembu Peteng. Beliau menikah dengan Ario Pojok yang juga masih keturunan Prabu Brawijaya dari istri yang lain. Pernikahannya dengan Ario Pojok dianugrahi seorang putra bernama Kiai Demang. * KIAI DEMANG : Beliau sebagai Demang Plakaran Arosbaya menikah dengan Nyai Sumekar, dan mendirikan kraton dikota Anyar. Dari pernikahannya, beliau mempunyai 5 orang putra, salah satu dari putranya adalah bernama Kiai Pragalba/Pangeran Pragalba. * KIAI PRAGALBA di sebut juga Pangeran Onggu, beliau mempunyai 3 orang istri yaitu : Nyai Ageng Suko dari Pamekasan, Nyai Ageng Padopo dari Pamekasan dan Nyai Ageng Mamah dari Madegan Sampang. Perkawinan Pangeran Pragalba dengan isteri ke 2 yaitu Nyai Ageng Padopo, puteri triman dari Pamekasan berputra : Pangeran Suhra Pradoto/Pangeran Suhra Jamburingin/Pangeran Langgar yg menikah dengan Retna Kenya/Ratu Mas Pembayun (Puteri pertama Sultan Trenggana bin raden fatah demak) dan mempunyai anak diantaranya adalah Ratu Mas Harisbaya menikah dgn Prabu geusan ulun cucu syekh datukahfi cirebon. p. Geusan ulun menjadi raja sumedang, berputra 4 diantaranya adalah Pangeran arya wiraraja atau p. Lemah beureum atau pangeran jagalautan. P. Arya wiraraja mempunyai anak raden lenyep atau p. Arya wangsakara atau imam haji wangsareja atau arya tangerang, adipati tangerang pertama, di makamkan di lengkong ulama serpong. Raden lenyep mempunyai tiga isteri di antaranya nyai ratu maemunah binti kiayi tubagus idham, bangsawan banten, mempunyai anak p. Arya wiranegara atau syekh ciliwulung cakung-kresek.

LEMBAGA PEMANGKU ADAT KESULTANAN BANTEN

12 PEMANGKU ADAT KESULTAHANAN BANTEN:


1. H. TUBAGUS ABBAS WASSE, SH
2. DR. KH. ROHIMUDDIN NAWAWI
3. KH. IMADUDDIN UTSMAN, S.AG. MA.
4. TUBAGUS MOGGI NURSATYA, MA.
5. TUBAGUS SOLEH WIRARAJA
6. TUBAGUS NASHRUDDIN
7. MAMAN FATHURRAHMAN,SE
8. DRS H. UDIN SAPARUDDIN, MM, MSI
9. TUBAGUS SIROJUDDIN, S.AG. MSI.
10. H. TUBAGUS IMAMUDDIN
11. SETIABUDDIN
12. TUBAGUS FURQON

Lembaga Pemangku Adat Kesulthanan Banten merupakan hasil silaturahmi, inisiasi dan semangat persatuan para pemangku kepentingan yang terhimpun dalam berbagai organisasi di Lingkungan Banten seperti Forum Komunikasi dan Informasi Dzuriyyah Kesultanan Banten, Babad Banten, Tokoh Ulama Nusantara, generasi muda pembentukan Provinsi Banten, Kenadziran Masjid Agung Maulana Hasanuddin Banten, Pemerhati Budaya.

Lembaga tersebut bersifat terbuka dan akan melalukan himpunan secara besar-besaran terhadap para keturunan, sahabat, kerabat dan masyarakat yang peduli terhadap pengembangan adat budaya Banten dalam upaya pembaruan dan kesatuan menuju Kesultanan Banten secara budaya sebagai Poros Dakwah Islam Dunia yang Rahmatan Lil Alamin yang Wajib melindungi dan mengayomi seluruh umat (muslim dan non-muslim).

LPAKB sudah melakukan persiapan dan langkah strategis untuk merangkul seluruh pemangku kepentingan yang peduli terhadap adat dan budaya Banten, karena itu kita telah berkomunikasi dengan beberapa organisasi dan lembaga raja-raja dan ulama-ulama se-nusantara (Kesultanan yang ada di Indonesia, Malaysia, Patani, Singapura, Brunai) khususnya dengan semua saudara kita di Keraton Kasepuhan, Kacirebonan, Kanoman dan Forum Bangsawan Cirebon serta pasukan Macan Ali.

Secara Internal LPAKB telah mempersiapkan pengawalan melalui Paku Banten Indonesia dan Laskar Surosowan, secara spiritual dan pendekatan pribadi kami melakukan komunikasi kepada para sesepuh dan susuhunan.

LPAKB sangat terbuka kepada siapapun yang ingin bergabung dan terhimpun di dalam Majelis Adat Kesulthanan Banten. LPAKB tidak menutup diri dan kami sangat menyadari dan menghormati bagi para sahabat, saudara, duriyat dan kerabat yang juga melakukan perhimpunan lembaga yang sama, dengan semangat persatuan kami berharap semua bisa berhimpun dan bersatu atau bisa saling menghormati satu sama lain di lingkungan Kesulthanan Banten. info@kesulthananbanten.org

RADEN LENYEP WANGSAKARA

TALI CINTA ARIA TANGERANG DAN SULTHAN BANTEN

Oleh: kg imad

Sejarah adalah dialog tiada henti antara masalalu dan masa kini. Ia adalah kaca spion kehidupan yg sesekali harus di lihat untuk menjadi pengukur langkah menuju masa depan.

Tangerang adalah kota yg tidak terpisahkan dgn sejarah kesulthanan banten, baik secara geografis maupun geneologis.

Nama tangerang pertama kali ditulis di papan jati setinggi lima depa berjarak empatpuluh tombak di sebelah barat sungai cisadane pada hari sabtu tanggal 2 safar 1066 hijriah bertepatan dgn 4 desember 1655 masehi.

Papan jati itu sebagai tanda bahwa bahwa wilayah itu merupakan wilayah kekuasaan kesulthanan banten yg didaulatkan kepada bangsawan parahiyang yg bernama raden lenyep atau pangeran aria wangsakara atau ki imam haji wangsareja.

Raden lenyep di jenengkan menjadi penguasa wilayah tangeran oleh sultan agung tirtayasa dan prasastinya dibawa oleh pangeran gusti sugiri dengan memberikan gelar kepada raden lenyep dgn gelar Aria Tangerang.

Raden lenyep adalah putra pangeran arya wiraraja yg petilasannya di pulocangkir kronjo tangerang. Pangeran arya wiraraja dikenal pula dgn nama pangeran leumah beurem karna makamnya berada di leumah beureum daerah sumedang. Dikenal juga dgn nama pangeran jagalautan.

Pangeran arya wiraraja adalah putra prabu geusan ulun sumedang dan ratu harisbaya.

Raden lenyep walaupun berasal dari sumedang tapi ia memiliki kekerabatan dgn sultan banten.

Ibu raden lenyep adalah raden ayu cipta binti raden kidang palakaran bin prabu pucuk umun banten yg juga leluhur para sultan banten dari ibunda kangjeng sultan maulana hasanudin yg bernama raden ayu kawung anten.

Selain melalui ibundanya, kekerabatan raden lenyep dan sultan banten terjalin melalui ayahnya, pangeran wiraraja bin prabu geusan ulun bin pangeran santri bin pangeran pamelakaran bin pangeran panjunan bin syekh datuk kahfi cirebon. Syekh datuk kahfi adalah saudara dari syarif abdullah ayah sunan gunung jati.

Tali cinta raden lenyep dan sultan banten juga diperkuat dgn isteri-isterinya.

Dua dari tiga isteri raden lenyep adalah bangsawan banten yaitu ratu maimunah binti tubagus idham yg menetap di kresek dan ratu zakiyah bt nyai ratu salamah bt sultan abul mafakhir. Isteri yang lain adalah nyai mas nurmala bt aria singa perbangsa bupati karawang.

Dari ratu maimunah mempunyai satu anak yaitu pangeran wiranegara yg mempunyai gelar syekh ciliwulung. Sedang dari ratu zakiyah mempunyai anak empat putri yaitu: raden ayu ratna, raden ayu wira sukaesih, raden ayu sukaedah dan raden ayu karasupadmi. Adapun dari nyai mas nurmala mempunyai anak dua putra yaitu pangeran yudanegara dan pangeran raksanagara.

Minggu, 31 Januari 2016

PENERIMAAN SANTRI BARU 1437 h-2016

PROFIL PONDOK PESANTREN SALAFIYAH NAHDLATUL ULUM CEMPAKA 2016

Pondok Pesantren Salafiyah Nahdlatul Ulum (NU) berdiri tanggal 23 Sya’ban 1423 H bertepatan dengan tahun 2002. Semula Pondok pesantren ini  menggunakan metode salafiyah murni tidak menyelenggarakan pendidikan formal. Basis pengkajian Ponpes ini adalah kitab kuning dengan target capaian dalam tiga tahun santri telah dapat membaca kitab kuning.

Bertepatan dengan tanggal 1 Muharram 1431 atau 18 Desember 2009 mengakomodir pendidikan formal berupa Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah.

Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah NU selain mengikuti kurikulum standar Nasional, juga diperkuat oleh basis keilmuan keislaman standar pesantren salafiyah dan timur tengah. Hal ini dimaksudkan agar para lulusan NU dapat mengikuti beasiswa ke Timur tengah. Juga diharapkan para santri NU akan dapat berkiprah memimpin umat di tengah masyarakat dengan ilmu para ulama salafussolih yang diturunkan secara turun temurun oleh para kiayi salafiyah. Selain itu, juga diperkuat dengan belajar menulis kitab kuning. Pengasuh ponpes NU sendiri telah mengarang kitab yang diperuntukan untuk mengajar para santri di antaranya: Kitab Syarhu Matnil Awaamil, Atta’aruf fii limit tasawwuf, Asyawqoh fi risaalatis shorfiyyah, Al-Burhan fi Tajwidil qur’an, Tuhfatuttolibin fil masailil fiqhiyyah, tuhfatunnadzirin fil mantiqi dll.

Dengan semangat “Al-muhafadzah ala al qadiimi al-shalih wa al akhdzu bi al jadiid al ashlah” (mempertahankan metode lama yang baik dan mengambil metode baru yang lebih baik), Ponpes NU bertekad melahirkan generasi Islam yang cakap membaca kitab kuning sebagai syarat mutlak seseorang untuk dapat  memahami ilmu-ilmu keislaman yang paripurna dari sumbernya yang asli. Pada saat yang sama santri-santri NU ahli dalam ilmu pengetahuan umum.

VISI DAN MISI PONDOK PESANTREN NU

VISI:
Pondok Pesantren Salafiyah Nahdlatul Ulum

Bertekad menciptakan generasi Islam Pewaris Para Nabi yang:

Cakap membaca kitab kuning
Cakap berpidato
Cakap mengarang Buku/kitab
Berakhlakul karimah (akhlak santri salafiyyah)
Siap berjuang membela kehormatan Diinul Islam

MISI:

Menyelenggarakan pengajian,  pengkajian dan penggemblengan ilmu-ilmu alat untuk dapat membaca kitab kuning seperti ilmu amil, tarkib/I’rab awamil, Jurmiyah, tashrif, I’lal, bandungan, sorogan, jam’iyyahan dll.
Mengadakan pelajaran tehnik pidato di dalam jam pelajaran Madrasah baik tingkat MTs maupun MA. Juga muhadarahan seluruh santri setiap malam selasa.
Memberikan bimbingan pelatihan mengarang dengan membiasakan santri untuk merangkum kitab dan buku, menulis artikel, puisi, cerpen dll.
Mengajarkan pendidikan akhlak yang terdapat dalam kitab-kitab tasauf
Meniupkan ruh tauhid, jihad dan kecintaan terhadap Allah dan rasul-Nya.


METODE PEMBELAJARAN
Metode pembelajaran yang diterapkan Pondok Pesantren Salafiyah NU terdiri dari dua metode:
Santri belajar di madrasah dari jam 7.30-12.30 sebagaimana laiknya pembelajaran MTs/MA lainnya. Santri belajar kitab kuning dengan cara klasikal di waktu sore, malam, dan subuh dengan cara klasikal sesuai kemampuan siswa, tidak menilai klas berapa dia di madrasah. Bisa jadi klas XII MA berada satu kelas dengan kelas VII MTs bila kemampuannya dalam kitab kuning dianggap belum laik berada di klas yang lebih tinggi, begitupula sebaliknya.
JENJANG PENDIDIKAN
MADRASAH TSANAWIYAH

Madrasah Tsanawiyah Nahdlatul Ulum (Mts. NU) adalah madrasah yang terdaftar di kementerian Agama RI yang berijazah negeri.  MTs NU tidak menerima siswa yang tidak tinggal di pondok pesantren. Hal ini dimaksudkan agar target capaian pembelajaran dan pembinaan dapat tercapai. Adapun target capaian Mts. NU ketika santri telah lulus Tsanawiyah adalah:

Santri telah dapat membaca kitab kuning
Santri telah menguasai khazanah keilmuan islam dari berbagai disiplin ilmu-ilmu primer (Fiqih Imam Syafi’i, Aqidah Ahlussunnah Waljamaah Manhaj Asy’ariyyah, Tasawuf Imam Al-Ghozali) yang terdapat dalam kitab kuning.
Santri menguasai pelajaran umum standar nasional



Biaya administrasi Mts. NU

Jumlah biaya masuk MTs. + Syahriyyah/bulanan 1 tahun = Rp.1.350.000.  

Biaya tersebut minimal 50% sudah di bayar ketika hari pertama dipondok dan dilunasi satu bulan kemudian.


Sarat pendaftaran :
Mengisi formulir pendaftaran
Menyerahkan 2 lembar foto copy ijazah yang dilegalisir
Menyerahkan 2 lembar foto copy daftar nilai ujian
Menyerahkan Nomor induk Nasional (NISN)
Menyerahakan pas fhoto ukuran 2x3, 3x4, 4x6 masing-masing 4 lembar.

Pakaian Seragam
Putih biru dan busana santri

MADRASAH ALIYAH

Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulum (MA-NU) adalah Madrasah Aliyah yang terdaftar di Kementerian Agama RI dan berijazah negeri. Untuk Santri MA-NU yang berasal dari MTs/SMP di luar NU target capaian Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulum (MA NU) sama dengan target capaian MTS NU.  Sedangkan untuk Santri MA-NU yang berasal dari MTs-NU maka  mempunyai target capaian:

Santri mampu membaca kitab kuning.
Santri menguasai dasar-dasar ilmu ushul fiqh dan qawaid al fiqhiyyah.
Santri menguasai ilmu balaghah (Kitab Jauhar Maknun).
Santri menguasai ilmu mantiq (Kitab Idhohul Mubham)
Santri menguasai ilmu falak (Kitab Sullamunnayyirain).
Santri menguasai ilmu faraid (Kitab Matan Rahbiyyah)
Santri menguasai ilmu fiqh perbandingan empat madzhab (Kitab Rohmatul Ummah)
Santri menguasai ulumul hadist (Kitab Aqsamul Hadits)
Santri menguasai ilmu tafsir dan ulumul qur’an (Kitab Al-Itqon fi Ulumil Qur’an)
Santri menguasai pelajaran umum standar nasional
Santri telah hafal juz ‘amma, Yasin, Al-Mulk (Tabarak), Waqi’ah, Assajdah, Alinsan dan surat Albaqarah sebagai sarat mengikuti beasiswa timur tengah.
Santeri NU cakap dalam berceramah, memimpin marhaban, ataqah, dll

Jumlah biaya masuk MA. + Syahriyyah/bulanan 1 tahun = 1.550.000 rupiyah.

Biaya tersebut sudah dibayar minimal 50% ketika hari pertama di pondok dan dilunasi sebulan kemudian.

Sarat pendaftaran :
Mengisi formulir pendaftaran
Menyerahkan 2 lembar foto copy ijazah yang dilegalisir
Menyerahkan 2 lembar foto copy daftar nilai ujian
Menyerahakan pas fhoto ukuran 2x3, 3x4, 4x6 masing-masing 4 lembar.

Pakaian Seragam :
 putih abu-abu dan busana santri


WAKTU DAN TEMPAT PENDAFTARAN

Pendaftaran di mulai 01 Maret sampai 31 mei 2016.


Di Ponpes Salafiyah Nahdlatul Ulum Kp. Cempaka RT/RW 06/01 Ds. Kresek Kec. Kresek Kab. Tangerang Banten
Hp. 085694374145 atau 087-774-838-591 atau 082-125-087-824
Email: imadbanten@yahoo.com


Kitab-Kitab yang dipelajari:

Matan Al-Awamil (Gramatika bahasa Arab/Nahwu)
Matan Al-jurmiyah (Gramatika bahasa Arab)
Awamil Banten (Gramatika bahasa arab)
Matan Bina (Ilmu shorof)
At-Ta’aruf (Pengantar Ilmu Tasawuf)
Tankihul Qaol (hadis-hadis pilihan)
Riyadusdolihin (hadis)
Mukhtarul Ahadiits (hadis-hadis pilihan)
Mabadi awwaliyah (pengantar ilmu ushul fikh)
As-sulam (Ushul fikh)
Qomiuttughyan (ilmu akhlak dan  teologi islam)
Tijan darari (ilmu teologi islam)
Fathul Qarib (ilmu fikh)
Riyadlul badi’ah (ilmu Fikh)
Syarah sittin (ilmu fikh)
Umdatussalik (ilmu fikh)
    Fathul Muin (ilmu Fikh)
bughyatul Mustarsyidin (Masalah-masalah fikh)
Al-Muhadzab
Nadzam maksud (ilmu Shorof)
Al-hullul Ma’qud (ilmu Shorof)
Alfiyah (ilmu nahwu-shorof)
Ibnu Aqil (sarah alfiyah)
Tafsir yasiin
Tafsir jalalen
Tafsir munir
Tafsir Al-Maroghi
Al-Itqon
Al-Burhan ilaa tajwiidil qur'an (ilmu tajwid)
Ta’limul Muta’allim
Irsyadul Ibad
Ihya Ulumiddin (Tasawuf)
Syarhul hikam (Tasawuf)
Tanbihul Mughtarrin (Tasawuf)
Al-Adzkar (Hadis dzikir)
Matan rahbiyyah (ilmu waris)
Al-jauharul maknun (ilmu balaghah)
Sullamul Nayyirain (ilmu falaq)
Mukhtashor syafii (ilmu lagu-lagu dalam syair arab)  

Kegiatan Ekskul :
Bimbingan Mengarang  kitab kuning
Tahfidz Al-Qur’an
Tehnik Pidato
Mengarang Novel Religious
Muhadarah
Pencak Silat Paku Banten dll
Syair Arab (mengidentifikasi bahar/lagu arab)

SANTRI TAKHASSUS
Pesantren Nahdlatul Ulum juga menerima santri yang tidak bersekolah di MTs maupun MA atau di sebut dengan istilah santri takhassus. yaitu santri yang hanya menekuni ilmu kitab kuning.

PRESTASI PONDOK PESANTREN  NU

Tahun 2010 Ahmad Fauji (Santri MTs kelas VII) Juara pertama Lomba Pidato tingkat MTs se-Kabupaten Serang dan Tangerang yang diadakan oleh Yayasan Daarunnas Tangerang.
Tahun 2011 Abdul Rafi (siswa MA kelas x) juara pertama lomba pidato yang diadakan oleh  KKM Aliyah Kronjo.
 Tahun 2011 Rifki Miftahul Amili (santri Takhassus NU) Juara kedua Qiroatul kutub kitab fathul Qarib dalam MTQ tingkat Kabupaten tangerang di Kelapa Dua.
Tahun 2012 Abdul Rauf (Santri Takhassus NU) juara pertama lomba Qiroatul kutub kitab Muhadzab dalam MTQ tingkat Kabupaten Tangerang di Tigaraksa.
Tahun 2012 Abdul rafi (siswa kls X MA) juara pertama lomba pidato tingkat pelajar se-Provinsi Banten yang diadakan oleh IAIN Sulthan Maulana Hasanuddin Banten.
Tahun 2015 dua santri NU menjuarai lomba baca kitab kuning tingkat provinsi banten utk kitab muhadzab dan fathul qorib
Tahun 2010-2012 limabelas santri NU mendapat beasiswa ke UIN Ciputat dan IAIN Serang.
Tahun 2012 Ahmad Muhibbi (santri Takhassus NU) di undang selama Satu bulan ke Amerika Serikat.
Santri dan Lulusan Pondok Pesantren NU telah banyak yang berkiprah di masyarakat dengan Mengajar Kitab kuning di majlis ta’lim, berceramah, khotbah jum’at, mengajar di MTs/MA, aktif di organisasi kampus (ada yang menjadi wakil presiden kampus dan menjadi gubernur Jurusan) dll.





TAHAPAN PENERIMAAN SANTRI BARU
PONDOK PESANTREN SALAFIYAH
NAHDLATUL ULUM CEMPAKA
1437H/2016



  1. Pendaftaran di mulai 1 maret-31 mei 2016
2.     santri baru datang ke pondok hari rabu Sore  tgl 13 juli 2016
3.     test Baca tulis alqur’an untuk santri baru 14-15 juli untuk menentukan kelas pesantren (yang belum lancar akan ditempatkan dikelas i'dad (persiapan) sementara yang sudah bisa baca al-qur’an akan ditempatkan di kelas 1A utk MTs Dan 1B utk MA.
4.      Masa Ta’aruf santri NU (MASTASA NU) akan dilaksanakan pada Tgl 16-17Juli.
5. Aktif kbm Tgl 18 Juli 2016





MAKAN SANTRI NU

Santri NU makan di pesantren boleh memilih antara ngkos (Rp. 220.000/bulan), beli atau masak sendiri. Tapi dianjurkan untuk santri baru untuk ngkost selama satu tahun.


KITAB-KITAB YANG DIPELAJARI

Kitab bisa dibeli di pondok pada saat santri memasuki pondok Seluruhnya sekitar Rp. 150.000,-

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN

1.     Santri baru yang mempunyai guru mengaji al-Qur’an di kampungnya wajib meminta do’a restu kepada guru mengaji al-qur’an sebelum mendatangi pondok NU.
2.     Santri baru yang orang tua atau nenek-kakeknya telah meninggal wajib berziarah kepada mereka sebelum mendatangi pondok NU (bila tidak memungkinkan mengadakan selamatan yasinan minimal 7 orang dan pahalanya ditujukan kepada orang tua atau kakek neneknya tsb).
3.     wali santri harus ikhlas hatinya ketika mamsuki pondok pesantren NU dan selalu mendoakan anaknya agar diberikan perlindungan dan kasih sayang Allah.


Terminal Kresek. Dari terminal Kresek berjarak 300 meter tanyakan Pondok