Selamat Datang di Blog Pesantren Nahdlatul Ulum Cempaka Kresek Tangerang

Minggu, 31 Januari 2016

PENERIMAAN SANTRI BARU 1437 h-2016

PROFIL PONDOK PESANTREN SALAFIYAH NAHDLATUL ULUM CEMPAKA 2016

Pondok Pesantren Salafiyah Nahdlatul Ulum (NU) berdiri tanggal 23 Sya’ban 1423 H bertepatan dengan tahun 2002. Semula Pondok pesantren ini  menggunakan metode salafiyah murni tidak menyelenggarakan pendidikan formal. Basis pengkajian Ponpes ini adalah kitab kuning dengan target capaian dalam tiga tahun santri telah dapat membaca kitab kuning.

Bertepatan dengan tanggal 1 Muharram 1431 atau 18 Desember 2009 mengakomodir pendidikan formal berupa Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah.

Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah NU selain mengikuti kurikulum standar Nasional, juga diperkuat oleh basis keilmuan keislaman standar pesantren salafiyah dan timur tengah. Hal ini dimaksudkan agar para lulusan NU dapat mengikuti beasiswa ke Timur tengah. Juga diharapkan para santri NU akan dapat berkiprah memimpin umat di tengah masyarakat dengan ilmu para ulama salafussolih yang diturunkan secara turun temurun oleh para kiayi salafiyah. Selain itu, juga diperkuat dengan belajar menulis kitab kuning. Pengasuh ponpes NU sendiri telah mengarang kitab yang diperuntukan untuk mengajar para santri di antaranya: Kitab Syarhu Matnil Awaamil, Atta’aruf fii limit tasawwuf, Asyawqoh fi risaalatis shorfiyyah, Al-Burhan fi Tajwidil qur’an, Tuhfatuttolibin fil masailil fiqhiyyah, tuhfatunnadzirin fil mantiqi dll.

Dengan semangat “Al-muhafadzah ala al qadiimi al-shalih wa al akhdzu bi al jadiid al ashlah” (mempertahankan metode lama yang baik dan mengambil metode baru yang lebih baik), Ponpes NU bertekad melahirkan generasi Islam yang cakap membaca kitab kuning sebagai syarat mutlak seseorang untuk dapat  memahami ilmu-ilmu keislaman yang paripurna dari sumbernya yang asli. Pada saat yang sama santri-santri NU ahli dalam ilmu pengetahuan umum.

VISI DAN MISI PONDOK PESANTREN NU

VISI:
Pondok Pesantren Salafiyah Nahdlatul Ulum

Bertekad menciptakan generasi Islam Pewaris Para Nabi yang:

Cakap membaca kitab kuning
Cakap berpidato
Cakap mengarang Buku/kitab
Berakhlakul karimah (akhlak santri salafiyyah)
Siap berjuang membela kehormatan Diinul Islam

MISI:

Menyelenggarakan pengajian,  pengkajian dan penggemblengan ilmu-ilmu alat untuk dapat membaca kitab kuning seperti ilmu amil, tarkib/I’rab awamil, Jurmiyah, tashrif, I’lal, bandungan, sorogan, jam’iyyahan dll.
Mengadakan pelajaran tehnik pidato di dalam jam pelajaran Madrasah baik tingkat MTs maupun MA. Juga muhadarahan seluruh santri setiap malam selasa.
Memberikan bimbingan pelatihan mengarang dengan membiasakan santri untuk merangkum kitab dan buku, menulis artikel, puisi, cerpen dll.
Mengajarkan pendidikan akhlak yang terdapat dalam kitab-kitab tasauf
Meniupkan ruh tauhid, jihad dan kecintaan terhadap Allah dan rasul-Nya.


METODE PEMBELAJARAN
Metode pembelajaran yang diterapkan Pondok Pesantren Salafiyah NU terdiri dari dua metode:
Santri belajar di madrasah dari jam 7.30-12.30 sebagaimana laiknya pembelajaran MTs/MA lainnya. Santri belajar kitab kuning dengan cara klasikal di waktu sore, malam, dan subuh dengan cara klasikal sesuai kemampuan siswa, tidak menilai klas berapa dia di madrasah. Bisa jadi klas XII MA berada satu kelas dengan kelas VII MTs bila kemampuannya dalam kitab kuning dianggap belum laik berada di klas yang lebih tinggi, begitupula sebaliknya.
JENJANG PENDIDIKAN
MADRASAH TSANAWIYAH

Madrasah Tsanawiyah Nahdlatul Ulum (Mts. NU) adalah madrasah yang terdaftar di kementerian Agama RI yang berijazah negeri.  MTs NU tidak menerima siswa yang tidak tinggal di pondok pesantren. Hal ini dimaksudkan agar target capaian pembelajaran dan pembinaan dapat tercapai. Adapun target capaian Mts. NU ketika santri telah lulus Tsanawiyah adalah:

Santri telah dapat membaca kitab kuning
Santri telah menguasai khazanah keilmuan islam dari berbagai disiplin ilmu-ilmu primer (Fiqih Imam Syafi’i, Aqidah Ahlussunnah Waljamaah Manhaj Asy’ariyyah, Tasawuf Imam Al-Ghozali) yang terdapat dalam kitab kuning.
Santri menguasai pelajaran umum standar nasional



Biaya administrasi Mts. NU

Jumlah biaya masuk MTs. + Syahriyyah/bulanan 1 tahun = Rp.1.350.000.  

Biaya tersebut minimal 50% sudah di bayar ketika hari pertama dipondok dan dilunasi satu bulan kemudian.


Sarat pendaftaran :
Mengisi formulir pendaftaran
Menyerahkan 2 lembar foto copy ijazah yang dilegalisir
Menyerahkan 2 lembar foto copy daftar nilai ujian
Menyerahkan Nomor induk Nasional (NISN)
Menyerahakan pas fhoto ukuran 2x3, 3x4, 4x6 masing-masing 4 lembar.

Pakaian Seragam
Putih biru dan busana santri

MADRASAH ALIYAH

Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulum (MA-NU) adalah Madrasah Aliyah yang terdaftar di Kementerian Agama RI dan berijazah negeri. Untuk Santri MA-NU yang berasal dari MTs/SMP di luar NU target capaian Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulum (MA NU) sama dengan target capaian MTS NU.  Sedangkan untuk Santri MA-NU yang berasal dari MTs-NU maka  mempunyai target capaian:

Santri mampu membaca kitab kuning.
Santri menguasai dasar-dasar ilmu ushul fiqh dan qawaid al fiqhiyyah.
Santri menguasai ilmu balaghah (Kitab Jauhar Maknun).
Santri menguasai ilmu mantiq (Kitab Idhohul Mubham)
Santri menguasai ilmu falak (Kitab Sullamunnayyirain).
Santri menguasai ilmu faraid (Kitab Matan Rahbiyyah)
Santri menguasai ilmu fiqh perbandingan empat madzhab (Kitab Rohmatul Ummah)
Santri menguasai ulumul hadist (Kitab Aqsamul Hadits)
Santri menguasai ilmu tafsir dan ulumul qur’an (Kitab Al-Itqon fi Ulumil Qur’an)
Santri menguasai pelajaran umum standar nasional
Santri telah hafal juz ‘amma, Yasin, Al-Mulk (Tabarak), Waqi’ah, Assajdah, Alinsan dan surat Albaqarah sebagai sarat mengikuti beasiswa timur tengah.
Santeri NU cakap dalam berceramah, memimpin marhaban, ataqah, dll

Jumlah biaya masuk MA. + Syahriyyah/bulanan 1 tahun = 1.550.000 rupiyah.

Biaya tersebut sudah dibayar minimal 50% ketika hari pertama di pondok dan dilunasi sebulan kemudian.

Sarat pendaftaran :
Mengisi formulir pendaftaran
Menyerahkan 2 lembar foto copy ijazah yang dilegalisir
Menyerahkan 2 lembar foto copy daftar nilai ujian
Menyerahakan pas fhoto ukuran 2x3, 3x4, 4x6 masing-masing 4 lembar.

Pakaian Seragam :
 putih abu-abu dan busana santri


WAKTU DAN TEMPAT PENDAFTARAN

Pendaftaran di mulai 01 Maret sampai 31 mei 2016.


Di Ponpes Salafiyah Nahdlatul Ulum Kp. Cempaka RT/RW 06/01 Ds. Kresek Kec. Kresek Kab. Tangerang Banten
Hp. 085694374145 atau 087-774-838-591 atau 082-125-087-824
Email: imadbanten@yahoo.com


Kitab-Kitab yang dipelajari:

Matan Al-Awamil (Gramatika bahasa Arab/Nahwu)
Matan Al-jurmiyah (Gramatika bahasa Arab)
Awamil Banten (Gramatika bahasa arab)
Matan Bina (Ilmu shorof)
At-Ta’aruf (Pengantar Ilmu Tasawuf)
Tankihul Qaol (hadis-hadis pilihan)
Riyadusdolihin (hadis)
Mukhtarul Ahadiits (hadis-hadis pilihan)
Mabadi awwaliyah (pengantar ilmu ushul fikh)
As-sulam (Ushul fikh)
Qomiuttughyan (ilmu akhlak dan  teologi islam)
Tijan darari (ilmu teologi islam)
Fathul Qarib (ilmu fikh)
Riyadlul badi’ah (ilmu Fikh)
Syarah sittin (ilmu fikh)
Umdatussalik (ilmu fikh)
    Fathul Muin (ilmu Fikh)
bughyatul Mustarsyidin (Masalah-masalah fikh)
Al-Muhadzab
Nadzam maksud (ilmu Shorof)
Al-hullul Ma’qud (ilmu Shorof)
Alfiyah (ilmu nahwu-shorof)
Ibnu Aqil (sarah alfiyah)
Tafsir yasiin
Tafsir jalalen
Tafsir munir
Tafsir Al-Maroghi
Al-Itqon
Al-Burhan ilaa tajwiidil qur'an (ilmu tajwid)
Ta’limul Muta’allim
Irsyadul Ibad
Ihya Ulumiddin (Tasawuf)
Syarhul hikam (Tasawuf)
Tanbihul Mughtarrin (Tasawuf)
Al-Adzkar (Hadis dzikir)
Matan rahbiyyah (ilmu waris)
Al-jauharul maknun (ilmu balaghah)
Sullamul Nayyirain (ilmu falaq)
Mukhtashor syafii (ilmu lagu-lagu dalam syair arab)  

Kegiatan Ekskul :
Bimbingan Mengarang  kitab kuning
Tahfidz Al-Qur’an
Tehnik Pidato
Mengarang Novel Religious
Muhadarah
Pencak Silat Paku Banten dll
Syair Arab (mengidentifikasi bahar/lagu arab)

SANTRI TAKHASSUS
Pesantren Nahdlatul Ulum juga menerima santri yang tidak bersekolah di MTs maupun MA atau di sebut dengan istilah santri takhassus. yaitu santri yang hanya menekuni ilmu kitab kuning.

PRESTASI PONDOK PESANTREN  NU

Tahun 2010 Ahmad Fauji (Santri MTs kelas VII) Juara pertama Lomba Pidato tingkat MTs se-Kabupaten Serang dan Tangerang yang diadakan oleh Yayasan Daarunnas Tangerang.
Tahun 2011 Abdul Rafi (siswa MA kelas x) juara pertama lomba pidato yang diadakan oleh  KKM Aliyah Kronjo.
 Tahun 2011 Rifki Miftahul Amili (santri Takhassus NU) Juara kedua Qiroatul kutub kitab fathul Qarib dalam MTQ tingkat Kabupaten tangerang di Kelapa Dua.
Tahun 2012 Abdul Rauf (Santri Takhassus NU) juara pertama lomba Qiroatul kutub kitab Muhadzab dalam MTQ tingkat Kabupaten Tangerang di Tigaraksa.
Tahun 2012 Abdul rafi (siswa kls X MA) juara pertama lomba pidato tingkat pelajar se-Provinsi Banten yang diadakan oleh IAIN Sulthan Maulana Hasanuddin Banten.
Tahun 2015 dua santri NU menjuarai lomba baca kitab kuning tingkat provinsi banten utk kitab muhadzab dan fathul qorib
Tahun 2010-2012 limabelas santri NU mendapat beasiswa ke UIN Ciputat dan IAIN Serang.
Tahun 2012 Ahmad Muhibbi (santri Takhassus NU) di undang selama Satu bulan ke Amerika Serikat.
Santri dan Lulusan Pondok Pesantren NU telah banyak yang berkiprah di masyarakat dengan Mengajar Kitab kuning di majlis ta’lim, berceramah, khotbah jum’at, mengajar di MTs/MA, aktif di organisasi kampus (ada yang menjadi wakil presiden kampus dan menjadi gubernur Jurusan) dll.





TAHAPAN PENERIMAAN SANTRI BARU
PONDOK PESANTREN SALAFIYAH
NAHDLATUL ULUM CEMPAKA
1437H/2016



  1. Pendaftaran di mulai 1 maret-31 mei 2016
2.     santri baru datang ke pondok hari rabu Sore  tgl 13 juli 2016
3.     test Baca tulis alqur’an untuk santri baru 14-15 juli untuk menentukan kelas pesantren (yang belum lancar akan ditempatkan dikelas i'dad (persiapan) sementara yang sudah bisa baca al-qur’an akan ditempatkan di kelas 1A utk MTs Dan 1B utk MA.
4.      Masa Ta’aruf santri NU (MASTASA NU) akan dilaksanakan pada Tgl 16-17Juli.
5. Aktif kbm Tgl 18 Juli 2016





MAKAN SANTRI NU

Santri NU makan di pesantren boleh memilih antara ngkos (Rp. 220.000/bulan), beli atau masak sendiri. Tapi dianjurkan untuk santri baru untuk ngkost selama satu tahun.


KITAB-KITAB YANG DIPELAJARI

Kitab bisa dibeli di pondok pada saat santri memasuki pondok Seluruhnya sekitar Rp. 150.000,-

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN

1.     Santri baru yang mempunyai guru mengaji al-Qur’an di kampungnya wajib meminta do’a restu kepada guru mengaji al-qur’an sebelum mendatangi pondok NU.
2.     Santri baru yang orang tua atau nenek-kakeknya telah meninggal wajib berziarah kepada mereka sebelum mendatangi pondok NU (bila tidak memungkinkan mengadakan selamatan yasinan minimal 7 orang dan pahalanya ditujukan kepada orang tua atau kakek neneknya tsb).
3.     wali santri harus ikhlas hatinya ketika mamsuki pondok pesantren NU dan selalu mendoakan anaknya agar diberikan perlindungan dan kasih sayang Allah.


Terminal Kresek. Dari terminal Kresek berjarak 300 meter tanyakan Pondok

SANAD SANTRI NU

Sanad keilmuan Santri NU hingga Rasulullah SAW:

1. KH. Imaduddin Utsman
2. Kiyai Tubagus Hasuri Tohir
3. Kiai Tb.Abdul halim
4. Syekh Husain Carita
5. Syekh Nawawi Banten
6. Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan
7. Syaikh Ustman bin Hasan ad-Dimyati
8. Syaikh Abdullah bin Hijazi asy-Syarqowi
9. Syaikh Muhammad bin Salim al-Hafni
10. Syaikh Ahmad al-Khulaifi
11. Syaikh Ahmad al-Bisybisyi
12. Syaikh Sulthan bin Ahmad al-Mazzahi
13. Syaikh Ali az-Ziyadi
14. Al-Muhaqqiq Syaikh Ahmad bin Hajar al-
Haitami
15. Syaikhul Islam Zakariya al-Anshari
16. Syaikh Jalaludin al-Mahalli
17. Syaikh Al-Wali Ahmad bin Abdurrahim
al-‘Iraqi
18. Syaikh Abdurrahim bin Husain al-‘Iraqi
19. Syaikh Sirajuddin al-Bulqini
20. Syaikh ‘Alauddin bin al-‘Atthar
21. Al-Imam Yahya an-Nawawi (Muharrar al-
Madzhab)
22. Syiakh Abi Hafsh, (Umar bin As’ad az-Zai’i)
23. Syaikh Abi Umar (Ustman bin Abdurrahman/
Ibnu Shalah asy-Syahruzuri)
24. Syaikh Abdurrahman (ayah Ibnu Shalah)
25. Syaikh Abi Sa’ad (Abdullah bin Abi ‘Ashrun)
26. Syaikh Abi Ali al-Fariqi
27. Syaikh Abi Ishaq (Ibrahim Syaerozi)
28. Syaikh al-Qodhi Abi al-Thayyib (Thahir bin
Abdullah al-Thabri)
29. Syaikh Abil Hasan (Muhammad bin Ali al-
Masirji)
30. Syaikh Abi Ishaq (Ibrahim bin Ahmad al-
Marwazi)
31. Syaikh Abil Abbas (Ahmad bin Syuraij al-
Bagdadi)
32. Syaikh Abil Qosim (Ustman bin Sa’id bin
Yastar al-Anmathi)
33. Syaikh Ismail bin Yahya al-Muzani
34. Imam asy-Syafii (Abu Abdillah Muhammad
bin Idris)
35. Imam Maliki (Malik bin Anas)
36. Nafi’
37. Abdullah bin Umar
38. Rasulullah Shollahu ‘Alaihi Wa Sallam.


Senin, 31 Agustus 2015

SANAD PENGASUH PPS NU

Sanad keilmuan Santri NU hingga Rasulullah SAW:

1. KH. Imaduddin Utsman
2. Kiyai Tubagus Hasuri Tohir
3. Kiyai Tubagus Abdul Halim
4. Syaikh Husain Carita
5. Syeikh Nawawi Tanara
6. Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan
7. Syaikh Ustman bin Hasan ad-Dimyati
8. Syaikh Abdullah bin Hijazi asy-Syarqowi
9. Syaikh Muhammad bin Salim al-Hafni
10. Syaikh Ahmad al-Khulaifi
11. Syaikh Ahmad al-Bisybisyi
12. Syaikh Sulthan bin Ahmad al-Mazzahi
13. Syaikh Ali az-Ziyadi
14. Al-Muhaqqiq Syaikh Ahmad bin Hajar al-
Haitami
15. Syaikhul Islam Zakariya al-Anshari
16. Syaikh Jalaludin al-Mahalli
17. Syaikh Al-Wali Ahmad bin Abdurrahim
al-‘Iraqi
18. Syaikh Abdurrahim bin Husain al-‘Iraqi
19. Syaikh Sirajuddin al-Bulqini
20. Syaikh ‘Alauddin bin al-‘Atthar
21. Al-Imam Yahya an-Nawawi (Muharrar al-
Madzhab)
22. Syiakh Abi Hafsh, (Umar bin As’ad az-Zai’i)
23. Syaikh Abi Umar (Ustman bin Abdurrahman/
Ibnu Shalah asy-Syahruzuri)
24. Syaikh Abdurrahman (ayah Ibnu Shalah)
25. Syaikh Abi Sa’ad (Abdullah bin Abi ‘Ashrun)
26. Syaikh Abi Ali al-Fariqi
27. Syaikh Abi Ishaq (Ibrahim Syaerozi)
28. Syaikh al-Qodhi Abi al-Thayyib (Thahir bin
Abdullah al-Thabri)
29. Syaikh Abil Hasan (Muhammad bin Ali al-
Masirji)
30. Syaikh Abi Ishaq (Ibrahim bin Ahmad al-
Marwazi)
31. Syaikh Abil Abbas (Ahmad bin Syuraij al-
Bagdadi)
32. Syaikh Abil Qosim (Ustman bin Sa’id bin
Yastar al-Anmathi)
33. Syaikh Ismail bin Yahya al-Muzani
34. Imam asy-Syafii (Abu Abdillah Muhammad
bin Idris)
35. Imam Maliki (Malik bin Anas)
36. Nafi’
37. Abdullah bin Umar
38. Rasulullah Shollahu ‘Alaihi Wa Sallam.


Kamis, 01 Agustus 2013

KH. HASAN BASHRI KARAWANG (ABAH OBAY)


KH. HASAN BASHRI KARAWANG

(ABAH OBAY)

 Oleh

Imaduddin Utsman

 

KH.Obay Hasan Bashri adalah pendiri Pondok Pesantren Salafiyah Mursyidul Falah Kampung Sawah Rengas Dengklok Karawang. Beliau mesantren ke Mama Idris, Bendul Purwakarta, seorang ahli Jam’ul Jawami. Kemudian mesantren juga kepada Ajengan Muhdi Citeko Purwakarta, Rajamandala Bandung, Mama Bakri Sempur, Mama Syatibi Gentur, KH. Kholil banjar.

 KH. Obay punya isteri Hj. Halimatussa’diyyah bt. KH. Abdul Manaf, seorang perempuan keturunan Banten.

 Ketika mesantren di Sempur, KH. Obay satu kurun dengan Buya Dimyati Cidahu Banten dan  al-Fakir KH. Hasan Bashri Cigudeg Kedaung Bogor.

 Abah Obay adalah seorang ahli ilmu tauhid, setiap ramadlan berdatangan santeri-santeri senior dari berbagai penjuru untuk mendapatkan cucuran ilmu tauhid dari talang emas Abah Obay yang tak pernah kering. Kitab yang dikaji dibulan ramadlan semuanya adalah ilmu tauhid seperti: Ummul Barahiin, Jawharattawhiid, Assanusi, Hikam dll.

 
Yang meneruskan pesantren Mursyidul Falah adalah anaknya yaitu DR. KH. Mustofa Hidayat, Lc.

PESANTREN WARU DOYONG SUKABUMI

KH BADRUDDIN SHOFIYULLAH
PONDOK PESANTREN AL-WARDAYANI

WARU DOYONG

 

Oleh

Imaduddin Utsman

 

Pondok Pesantren Salafiyah Al-Wardayani  adalah sebuah nama Pondok Pesantren Salafiyah yang di ambil dari nama kampunya yaitu Waru Doyong. Pesantren ini berlokasi di Kampung Warudoyong Desa Margaluyu Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi.

 Pesantren ini didirikan oleh Al-Magfurlah KH. Inayatillah bin Abdul Aziz. KH. Inayatillah adalah salah seorang murid dari Mama Syatibi bin Said dari pesantren Gentur. Mama Syatibi  Gentur adalah murid dari Mama Syuja’I dari pesantren Gudang, Tasikmalaya.

 KH. Inayatillah mempunyai anak KH. Badruddin Sofiyullah, KH. Rohmat, dan KH. Lukman (Pelabuhan Ratu).

 KH. Badruddin Sofiyullah mempunyai anak Ce Nenden yang menjadi Isteri dari KH. Khaer Mahdor Fauzi. Anak yang lainnya adalah KH. Acep Muhammad.

Pesantren Al Wardayani atau yang lebih dikenal dengan pesantren Warudoyong, adalah sebuah pesantren di Sukabumi yang menjadi salah satu referensi pesantren alat di wilayah Pulau Jawa khususnya Jawa barat dan  Banten. Pesantren ini, sepertinya adalah pewaris dari kematangan Mama Gentur dalam bidang ilmu Balaghah

 

Kamis, 04 Juli 2013

MENGENAL KETURUNAN SULTAN BANTEN


MENGENAL

KETURUNAN SULTAN BANTEN

Oleh:
Imaduddin Utsman

 

Keturunan sultan Banten adalah mereka yang silsilahnya bertemu di Sultan Banten pertama yakni Sultan Maulana Hasanuddin. Sultan Maulana Hasanuddin adalah putra Sunan Gunung Jati, salah seorang wali songo. Sunan Gunung Jati adalah keturunan Nabi Muhammad Saw melalui jalur Adzomat Khan. Dengan demikian keturunan sultan Banten adalah keturunan Rasulullah Muhammad saw.

 

Nabi Muhammad saw adalah keturunan Nabi Ibrohim as. Maka keturunan sultan Banten termaksud di dalam do’a-do’a Nabi Ibrohim dalam al-Qur’an untuk para keturunannya. Namun Nabi Ibrohim pun menyadari bahwa mungkin saja ada dari keturunannya yang keluar dari jalur tariqahnya. Maka Nabi Ibrohim berkata “Maka yang mengikuti (jalanku yakni agama islam) maka ia termasuk (keturunan) ku, dan barang siapa yang bermaksiat (tidak mengikuti) jalanku maka sesungguhnya Engkau maha pengampun”.

 

Begitu juga kisah Nabi Nuh as. Ketika salah seorang anaknya ingkar terhadap ajaran Nuh as untuk menyembah Allah Swt., maka Allah mengatakan kepada Nabi Nuh as, bahwa “Dia (kan’an, anak kandungmu) tidak termasuk keluargamau, karena dia beramal yang tidak patut (solih)”.

 

Maka yang dimaksud keturunan sultan Banten, bukanlah sekedar memiliki hubungan titisan darah dari Sultan Maulana Hasanuddin, tetapi dia juga harus istiqomah terhadap jalan yang ditempuh oleh Sultan Maulana Hasanuddin yaitu jiwa perjuangan untuk menegakan Agama Islam di muka bumi ini.

 

CIRI-CIRI FISIK KETURUNAN SULTAN BANTEN

 

Ciri-ciri fisik keturunan Sultan Maulana Hasanuddin bisa dikenali jika keturunan itu konsisten menikahkan anaknya dengan yang masih segaris darah. Dan yang demikian itu sangatlah kecil kemungkinannya. Dalam diri Sultan Maulana Hasanuddin sendiri mengalir darah arab, india,Cina dan Sunda. Darah Arab menitis dari Rasulullah saw. Darah India menitis dari isteri Adzomat Khan yang asli orang India. Dan darah sunda menitis dari ibunya yaitu Nyai Ratu Kawung Anten, juga dari ibunda Sunan Gunung Jati sendiri yaitu Nyai rara Santang putri Prabu Siliwangi.

 

Namun dari ciri-ciri yang sulit ditemukan dari segi fisik tersebut umumnya keturunan sultan Maulana hasanuddin berperawakan sedang dan relative tidak jangkung dan berkulit bersih. Kalaupun ada yang agak jangkung atau hitam, mungkin mengambil garis darah lain dari urutan keturunananya ke atas.

 

Ada juga ciri-ciri dari keturunan Banten adalah mempunyai masalah di gigi mereka. Mungkin hal ini diakibatkan karena kesukaan mereka mekonsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula, atau dikarenakan oleh factor genetic.

 

Ciri lainnya adalah berpenampilan sederhana tapi berwibawa. Para sultan banten dengan segala kekayaan kesultanannya adalah para ulama dan pertapa yang tidak terlalu menonjolkan kemewahan. Ia duduk bersama rakyat jelata tak nampak perbedaan mencolok di antara mereka, namun ketika duduk bersama para tamu kesultanan maka nampaklah kemuliaannya.

 

Sebagian orang ada yang mengatakan bahwa para keturunan sultan Banten mempunyai cirri khusus berupa tanda hitam menyerupai tahi lalat yang berbentuk seperti segitiga di tubuh mereka, namun ini akan sulit dibuktikan karena umumnya kita akan sulit untuk mengetahui bagian tertentu dari tubuh mereka karena kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang setia menjaga aurat.

 

CIRI-CIRI UMUM KETURUNAN SULTAN BANTEN

 

Ciri yang paling menonjol adalah trah agama yang kuat. Keturunan sultan Banten adalah keturunan para penyebar agama Islam. Maka kemudian jiwa yang diwariskan kepada para keturunannya adalah jiwa keislaman yang kuat. Rajin beribadah adalah ciri paling bisa dibaca. Kemudian kefasihan lisan ketika membaca al-Qur’an juga dapat menjadi ciri khusus, karena lidah mereka juga ada lidah arabnya.

 

Bila mereka berbicara dengan orang lain, maka sedikit sekali mereka mau menatap lawan bicaranya. Ini juga adalah ciri-ciri yang di miliki Rasulullah saw. Mereka menyadari kekuatan tatapannya,  ini akan membuat lawan bicara akan merasa canggung bila terus ditatap oleh para keturunan sultan yang memiliki titisan kekuatan. Hal yang demikian juga dikarenakan secara naluri para penda’I, mereka ingin menempatkan semua orang dalam hati mereka sebagai orang yang baik. Ketika mereka terlalu lama menatap mata orang lain, maka mereka akan mengetahui kwalitas manusia dari sorot matanya, dan ini akan membuat orang lain itu rendah di hadapan mereka. Dan para keturunan Sultan Banten sangat menghindari perasaan merendahkan orang.

 

Ciri-ciri lain keturunan sultan Banten adalah memiliki rasa malu yang kuat. Rasa malu inilah yang membalut akhlak mereka sehingga tidak berbuat hal-hal yang gegabah terhadap orang lain. Tindak tanduk mereka dikontrol oleh rasa malu yang kuat. Rasa malu ini kemudian disaat tertentu bisa menjadi himyah  atau rasa gengsi yang bisa ditafsiri orang lain sebagai rasa angkuh.

 

mereka juga humoris disaat-saat tertentu, terutama kepada sahabat-sahabat dekat. Bahkan orang yang tidak mengenal mereka bisa menganggap mereka orang yang tidak terhormat bila para keturunan sultan sedang berbicara dengan sahabat-sahabat mereka. Karena rasa kedekatan hati mereka dengan sahabatnya akan menghilangkan segala sekat penghalang di antara mereka. Mereka adalah orang-orang yang berhati tulus dan setia dengan para sahabat. Demi sahabat mereka rela untuk berkorban apa saja, bahkan mereka akan membela sahabatnya yang terdzolimi walau harus dengan taruhan nyawa mereka.

 

Para keturunan sultan Banten juga dapat ditengarai dengan tidak terlalu mempermasalahkan hal-hal yang sepele dan bersifat tehnis. Cenderung cepat mengambil keputusan dan  pemberani. Hal demikian ini mengakibatkan mereka terkesan gegabah  dalam hal-hal yang menurut orang lain mesti difikirkan matang. Biasanya mereka tidak bisa dicegah atas apa yang mereka yakini, kecuali ada dalil yang kuat yang mematahkan keyakinan mereka. Ini  pula kemudian menjadikan mereka terkesan sombong. Tetapi ketika kebenaran itu telah Nampak, maka mereka akan menerima dengan serta merta walau dating dari musuh sekalipun.

 

Nada bicara mereka juga bergelora, bersemangat, tulus, to the ponit dan apa adanya, tidak dibuat-buat dan hampir tanpa basa-basi. Ketika mereka berbicara dengan orang yang dihormati maka mereka akan sedikit berbicara, jika terpaksa bicara, maka mereka akan bicara dengan sopan sekali.

 

TUGAS KEHIDUPAN PARA KETURUNAN SULTAN BANTEN

 

Para keturunan sultan Banten mempunyai tugas kehidupan yang berat. Mereka harus menjaga nama baik leluhur mereka yang menjadi penyebar agama islam. Maka jiwa kecintaan terhadap agama islam itu setiap generasi harus meniupkannya terhadap generasi berikutnya. Atau kalau tidak jiwa-jiwa suci itu setiap generasi akan pudar, dan kemudian hilang tanpa bekas sama sekali, naudzubillah.

Dalam memilih menantu, hendaklah mengedepankan yang ada kaitan nasab dengan keturunan yang sama atau yang segaris darah dari sultan Banten, atau paling tidak yang diketahui kesalehan keluarganya yang dapat ditengarai dengan menutup aurat, memakai hijab/jilbab, rajin solat lima waktu dan puasa ramadlan.

 

Setiap generasi harus menyadari bahwa menjaga Islam dan kemuliaanya adalah pilihan Allah kepada para keturunan sultan Banten, untuk selalu dijaga, dipelihara, diperluas dan dilindungi dengan segenap daya dan upaya, dengan taruhan apapun termasuk nyawa. Apapun tugas kehidupan yang diemban, sebagai apapun kedudukannya dimasyarakat, tetapi jiwa keislaman itu harus tetap melekat dihati. Niyat kehidupan setiap keturunan sultan Banten haruslah untuk kemuliaan islam. Lain tidak. Titik.

 

PROFESI YANG IDEAL UNTUK PARA KETURUNAN SULTAN BANTEN

 

Sebenarnya manusia tidak dilihat dari apa kedudukannya tapi dilihat dari ketakwaannya. Tetapi setiap manusia memiliki kecendrungan yang berbeda-beda dalam mengarungi kehidupannya. Keturunan sultan Banten bukanlah orang-orang yang teruji di atas dunia,  yang telah teruji baik dalam menjalani kehidupan adalah para leluhurnya. Tapi hendaknya para leluhur itu menjadi spion untuk menjadi barometer ia menjalani kehidupan, minimal kita mampu berbuat sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain.

 

Profesi yang ideal bagi keturunan sultan Banten adalah menjadi para ulama dan kiayi, karena di masa yang seperti sekarang ini, ketika hukum-hukum Allah tidak dijadikan landasan utama kehidupan masyarakat oleh negara, maka bingkai kesultanan dulu yang tujuan utamanya adalah menyebarkan Islam, bisa dilakukan dengan membuka lembaga pendidikan yang berkarakter islami seperti pondok pesantren.

 

Selain itu menjadi pedagang adalah sesuatu profesi yang baik dipilih oleh para keturunan sultan. Para sultan Banten juga adalah para pedagang yang handal untuk menghidupi rakyatnya.

 

Terjun ke dunia politik juga bisa dipilih. Para keturunan Sultan Banten bisa memilih partai-partai yang seirama untuk memuliakan Islam. Bahkan dianjurkan para keturunan sultan, di masa demokrasi ini, untuk ikut serta dalam pilpres, pilgub dan pilbup, agar jiwa-jiwa keikhlasan kembali menjadi pemimpin untuk kesejahteraan rakyat.

Menjadi tentara atau polisi juga adalah tepat, karena jiwa herois yang menitis dari para sultan yang pada zamannya langsung memimpin pertempuran memerlukan penyaluran yang proporsional.

 

Bertani juga bisa dipilih karena para sultan Banten dulu orang-orang yang konsen terhadap peningkatan pertanian. 

Singkatnya hendaknya para keturunan sultan Banten memilih profesi yang bermartabat dan banyak manfaat untuk orang lain, terutama yang bisa juga di dalamnya berkiprah untuk ketinggian agama Islam. dan hendaknya menghindari profesi yang berhubungan dengan barang-barang yang najis dan profesi yang telah diatur dalam ilmu fiqih akan mengurangi mukafa'ah, seperti yang berkaitan dengan sampah, yang berbungan dengan darah, barang-barang bekas, calo, dsb.

 

PENUTUP

 

Manusia di mata Allah bukan dilihat dari tubuh mereka, bukan dilihat dari bentuk mereka, tetapi dilihat dari hati mereka. Manusia yang paling mulia di mata Allah bukanlah dilihat dari keturunan siapa dia, tapi dilihat dari ketakwaannya. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Maka tidak pantas kita membanggakan diri sebagai keturunan orang-orang yang solih, sementara tingkah laku kita jauh panggang dari api, jauh melenceng dari jalan yang dulu mereka pilih. Semoga, ya Allah, Engkau jaga diri Kami dan keturunan Kami dari perbuatan maksiat, berjudi, berzina, meminum minuman keras, berlaku dzolim kepada manusia. Ya Allah jadikanlah Kami dan keturunan Kami orang yang senantiasa mencaintai agama Islam, seperti Kakek-Kakek Kami mencintainya, menyebarkannya dan membelanya. Sehingga Kami tidak akan malu berjumpa dengan kakek-kakek Kami yaitu orang-orang yang mencintaiMu, nabiMu dan IslamMu, melebihi kecintaan mereka terhadap diri mereka sendiri. Amin.